Dukung Imajinasi Anak Lebih Kreatif

Penelitian baru menunjukkan bahwa kemampuan imajinasi anak (imagination quotient) bisa menjadi faktor yang lebih menentukan keberhasilan akademis dibandingkan intelligence quotient (IQ). “sahabat teras tentu ingin si kecil menjadi pemikir yang cerdas dan mengerti bahwa tidak ada satu jawaban pasti untuk setiap permasalahan,” kata Dr. Masi.“Mengembangkan kreativitas anak adalah salah satu hal terpenting yang bisa sahabat teras lakukan,” kata Wendy Masi, PhD, dekan Mailman Segal Institute of Childhood Studies di Nova Southeastern University, Fort Lauderdale, penulis Toddler Play.

Mencerdaskan anak menjadi tuntutan bagi para orang tua. Sebab, belakangan ini sekolah cenderung mengutamakan tes. Bahkan kelompok-kelompok bermain pun lebih menekankan prestasi akademis ketimbang bermain. Mainan yang disebut edukatif untuk anak usia dini atau mainan interaktif, memang sukses menghibur anak-anak tapi tidak merangsang kreativitas mereka. Begitu pula DVD yang dirancang untuk belajar mengenal angka, huruf, atau musik.

”Ada risikonya jika orang tua tidak mengembangkan potensi kreatif anak,” kata Dimitri Christakis, MD, penulis pendamping The Elephant in the Living Room: Make Television Work for Your Kids. American Academy of Pediatrics baru-baru ini menganjurkan para orang tua agar meluangkan lebih banyak waktu untuk bermain bersama anak dan fokus pada mainan seperti dulu yang sederhana.

Permainan menyusun balok dianggap sempurna untuk belajar kreatif, karena memberi keleluasaan kepada anak untuk bebas berkreasi tanpa batasan. Dalam studi yang dilakukan University of Washinton di Seattle, para peneliti memberi balok-balok kayu kepada keluarga yang mempunyai anak batita dan menyarankan untuk dikerjakan bersama sekeluarga. Enam bulan kemudian, batita yang diberi permainan menyusun balok mendapat angka 15 persen lebih tinggi dalam tes kemampuan bahasa dibanding anak yang tidak diberi permainan serupa.

Namun, menyusun balok hanya salah satu cara membebaskan imajinasi anak. Untuk menumbuhkan kreativitas, ayah dan bunda sendiri perlu berpikir di luar pakem.

Siasati jadwal

Luangkan waktu minimal satu jam sehari untuk bermain bersama anak. Jangan mengatur permainan–biarkan anak ayah dan bunda yang menentukan. “Corbin, 6, dan Lesha, 2, lebih imajinatif jika saya meminta mereka memimpin permainan,” ujar Kaylin Karras, seorang ibu di San Antonio. “Saya singkirkan mainannya dan membiarkan mereka menciptakan permainan sendiri.”

Jadilah keluarga berjiwa petualang

Warnai acara makan malam dengan hidangan baru satu kali seminggu. Kunjungi tempat bermain yang berbeda dari biasanya. Ajaklah anak berjalan kaki dan tunjukkan apa yang menarik sepanjang perjalanan. Ketika ayah dan bunda mendekati hal yang menarik perhatian dengan penasaran, si kecil akan meniru apa yang sahabat teras lakukan.

anak-sehat-cabertis

Berkreasi dengan benda-benda biasa

Minta batuan anak mencuci kotak-kotak kecil bekas minuman. Setelah kering, arahkan untuk membangun benteng dengan kotak-kotak itu. Masukkan biji-bijian ke dalam botol dan biarkan ia memainkannya untuk membuat bunyi-bunyian. Atau, buat boneka dari kaus kaki usang. Lihat saja, anak anda akan mulai berkreasi sendiri.

Keluar rumah

Berjalan telanjang kaki menapaki permukaan yang berbeda –rumput basah, trotoar hangat, pasir kering –dan tanyakan kepada anak apa yang dirasakan. Atau, biarkan si petualang kecil mengintip di balik daun dan batu, lalu minta dia mendeskripsikan penemuannya. Jangan lupa membawa kotak untuk menyimpan hasil temuannya untuk proyek seni atau sains di sekolah.

Permainan sederhana

Untuk mengurangi intensitas menonton televisi, simpan pesawat teve di dalam lemari tertutup dan sembunyikan remote control. Jauhkan pula dari barang mainan elektronik. Permainan sederhana masih lebih baik: Bermain cilukba dengan bayi sahabat teras, panci atau benda lainnya dijadikan intrumen musik. Kardus bekas televisi yang dilubangi bisa digunakan untuk bermain rumah-rumahan atau seolah di dalam bus. Atau, isi ember plastik dengan air dan siapkan boneka, handuk, dan pakaian bersih sehingga batita sahabat teras bisa berpura-pura memandikan adik bayi.

anak-sehat-curvino

Mendongeng

Mendengar sahabat teras mendongeng menjadi inspirasi bagi anak untuk menciptakan cerita sendiri. Gunakan suara yang berbeda untuk setiap peran. Begitu anak mengenal betul sebuah cerita, biarkan dia mengarang akhir ceritanya. Atau ciptakan sebuah dongeng bersama –sahabat teras memulai dan dia melanjutkannya.

Bertingkah konyol

Gunakan mahkota plastik saat sahabat teras mencuci pakaian atau pakailah topi koboi saat berkebun. Ubah suara dan perilaku sahabat teras sesuai kostum yang dikenakan. Melihat sahabat teras ceria akan menyemangati anak untuk mencoba karakter yang berbeda.

Sosialisasi

Menginjak usia 2½ tahun, anak sahabat teras sudah siap bermain dengan anak-anak lain, bukan sekadar bertemu. Bermain bersama baik untuk mengeksplorasi dunia fantasinya, berbagi mainan, dan menjalin pertemanan. Jangan merencanakan kegiatan lain atau melakukan intervensi kecuali benar-benar diperlukan (misalnya ada anak lain yang kasar).

Mengenalkan seni

anak-sehat-teras-fodiar

Mengajak anak pergi ke museum akan menumbuhkan semangat anak untuk menggambar atau melukis karyanya sendiri. Sementara musik dapat membangkitkan jiwa kreatif dalam diri anak. Ketika anaknya tampak mengalami masalah untuk beradaptasi di kelas yang baru, Ana Debonis melihat putranya semakin sering bernyanyi dan bermain dengan gitar mainannya. “Ini membantu dia untuk mengatasi stres,” ujar Ana, seorang ibu dari Silver Spring, Maryland.

Cermat memilih kelompok bermain

Tidak ada salahnya mengajarkan membaca dan berhitung kepada anak usia 4 tahun. Namun, perhatikan materi yang paling banyak diberikan dalam kurikulum kelompok belajar (preschool). “Anak usia dini lebih baik ditempatkan dalam lingkungan belajar yang berangkat dari permainan,” kata David Elkind, Ph.D., penulis The Power of Play. Pastikan anak mempunyai banyak pilihan –seperti aktivitas seni, bermain puzzle, atau membangun kastil. Dan, tanyakan kepada guru tentang filosofinya. Ia sebaiknya tidak ikut campur dan mengatur kecuali si anak meminta bantuannya.

Mengendalikan emosi

Ketika Franny Perl, 6 tahun, menumpahkan es krim yang tertiup angin kencang di tepi pantai, ibunya, Erika, justru menciptakan istilah baru: badai es krim. ”Seorang anak datang memberi es krim serupa, tapi yang benar-benar membuat Franny senang adalah istilah ’badai es krim’ dan ia mengatakannya berulang kali,” ujar ibu dari Washington D.C. ini. Dengan gaya humor yang kreatif, Erika menunjukkan kepada putrinya bagaimana cara untuk bangit dari kekecewaan.

imajinasi-anak-sehat-teras-sehat

Membawa mainan ke taman

Taman bermain baik untuk melatih fisik anak, tapi peralatan untuk mengasah kreativitas tidak selalu tersedia. Bawalah kapur berwarna, permainan gelembung sabun, dan alat bermain pasir untuk bermain bersama anak-anak yang lain. sahabat teras juga bisa membawa cat muka dan mengubah mukanya seperti binatang favoritnya, lalu biarkan ia beraksi.

Dukung artis cilik sahabat teras

Sediakan area bermain di rumah untuk anak bebas menggambar, melukis, atau berkarya kapan pun ia mau. Beth Lerman mengubah pojok garasi menjadi sebuah studio seni saat putrinya berusia 3 tahun. “Ada meja besar lengkap dengan cat, gulungan kertas putih, glitter, lem, kuas, kapur, spidol, krayon, dan materi lainnya,” kata ibu dari Dallas itu. “Ini tempat favorit Jammie, di sini dia bisa bebas berkreasi bahkan boleh berantakan.”

Selain mendukung tumbuh kembang imajinasi anak,ayah dan bunda juga harus selalu melindungi kesehatan tubuh buah hati tercinta. Selalu penuhi nutrisi dan kebutuhan gizi si kecil agar tidak membuat mereka mudah jatuh sakit. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, kita harus melakukan tindakan yang tepat saat anak jatuh sakit dengan memberikan treatment dan obat yang tepat. Tubuh buah hati tentunya sangat sensitif terhadap kandungan obat kimia yang kurang bersahabat dengan tubuh. Oleh karena itu, selalu pilih obat yang terbuat dari ekstrak tumbuh-tumbuhan alami. PT.Balatif yang selalu mengedepankan kebutuhan para konsumen memberikan gebrakan baru dengan diluncurkannya produk-produk kid series yang terdiri dari Curvino kids, Cabertis Kids, OBM Kids, Fodiar Kids dan juga Nofon Kids.

 

Source: TerasBlog